Mahasiswa KKN IAIN Tulungagung Bersama Pemdes Pringapus dan BPP Kecamatan Dongko Memanfaatkan Kotora

Administrator 22 Agustus 2019 08:17:37 WIB

Selasa, 20 Agustus 2019. Desa Pringapus menyimpan berbagai potensi. Salah satu potensi desa yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal ialah bahan baku pupuk organic berupa kotoran hewan ternak. Hampir 75% penduduk Desa ini merupakan Petani yang juga memelihara ternak berupa kambing. Kotoran Kambing merupakan bahan baku potensial untuk pembuatan pupuk organic yang ramah lingkungan.

Kebutuhan Pupuk Petani selama ini masih tergantung pada suplai pupuk yang harganya mahal. Selain itu pupuk yang banyak digunakan merupakan pupuk non-organik atau pupuk kimia. Pupuk kimia sangat riskan mendegradasi kwalitas tanah dan dapat merugikan petani di masa depan.

KKN IAIN Tulungagung Bersama dengan Pemdes Desa Pringapus mengadakan Pelatihan pemanfaatan kotoran kambing untuk pupuk bokasi dan emstock. Acara ini berlangsung di Rumah Bapak Tamsi selaku Kepala Desa Pringapus. Pelatihan tersebut juga dihadiri kurang lebih 40 peserta yaitu terdiri Bapak kepala desa beserta perangkat, Kelompok Tani Dusun Picis, tokoh masyarakat dan agama, Dosen Pembimbing Lapangan IAIN Tulungagung serta teman-teman KKN dari IAIN Tulungagung.

 

Pelatihan pemanfaatan kotoran kambing dirasa sangat sesuai dengan asset yang ada di Desa Pringapus. Perlu diketahuin KKN IAIN Tulungagung pada tahun 2019 ini menggunakan metode Asset Based Community Development atau Pemberdayaan Masyarakat Berbasi Asset. Itulah mengapa kami mengangkat potensi-potensi yang ada dan paling banyak manfaatnya bagi desa. Pemanfaatan kotoran kambing untuk pupuk bokasi dan emstock dirasa sangat sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.

 

Bokasi adalah pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi atau peragian bahan-bahan organik seperti kotoran ternak, dedaunan, rerumputan serta limbah dapur dengan memanfaatkan tekhnologi EM4. EM4 (effective microorganisms-4) sendiri ialah suatu cairan yang mengandung mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi tanah. Keunggulan penggunaan EM4 adalah proses fermentasi pupuk membutuhkan waktu yang relative singkat. Keuntungan pupuk bokasi ini antara lain yaitu menjadi kan tanah lebih subur. Tanah yang selama ini rusak karena penggunaan pupuk kimia yang massif akan kembali seperti struktur awal mula tanah. Tanah akan kembali kaya akan humus dan zat hara, serta menyimpan air lebih lama.

Dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan masyarakat Desa Pringapus akan dapat memanfaatkan Potensi yang ada untuk memenuhi kebutuhannya. Pemanfaatan pupuk bokasi dan emstock akan dapat meningkatkan keberdayaan ekonomi petani. Kemudian, petani bisa terlepas dari ketergantungan penggunaan pupuk kimia. (Rintan Putri/IAIN Tulungagung)

Komentar atas Mahasiswa KKN IAIN Tulungagung Bersama Pemdes Pringapus dan BPP Kecamatan Dongko Memanfaatkan Kotora

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi PRINGAPUS

tampilkan dalam peta lebih besar