Pemerintah Desa Pringapus menggelar MUSRENA KEREN

Administrator 14 Juli 2019 23:31:44 WIB

PRINGAPUS (go.id)Keterlibatan perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan lainnya sangat penting dalam penyusunan Perencanaan Pembangunan.

Pada tanggal 13 Juli 2019, Pemerinta desa Pringapus untuk pertama kalinya menggelar musyawarah khusus perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan lainnya (MUSRENA KEREN). MUSRENA KEREN di gelar dengan maksud untuk menggali gagasan dan usulan dari kelompok perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan yang selama ini kurang terdengar. Selanjutnya usulan dan gagasan tersebut akan menjadi pembahasan Musyawarah tingkat Desa untuk selanjutnya tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) untuk Tahun 2019 s/d 2019.

Dalam MUSRENA KEREN yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pringapus tersebut dihadiri oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari wakil perempuan, PKK, Perangkat Desa, Bidan Desa, anak SD, SMP dan SMA, disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Dalam sambutannya Kepala Desa Pringapus, Bapak Tamsi menyampaikan ucapan Selamat Datang dan terimakasih atas kehadiran peserta musyawarah yang dianggap sangat istimewa dan pertama kalinya karena saudara-saudara yang berkemampuan khusus dapat hadir di Balai Desa. Diharapkan seluruh peserta dapat leluasa menyampaikan keluhan dan usulan atas permasalahan yang dihadapi sehingga akan menjadi usulan dan menjadi rencana Kerja selama masa jabatan 6 tahun kedepan.

Hadir sebagai Nara Sumber, Ketua PKK Desa, Bidan Desa, dan Kader Posyandu. Dalam paparannya nara sumber menjelaskan permasalahan serta tujuan serta peran masing-masing sesuai bidangnya. Di harapkan dari paparan tersebut akan muncul berbagai persoalan sebagai bahan pembahasan musyawarah.

Sebagai acara inti, ditunjuk Kasi Kesra Mujiono sebagai Fasilitator dalam penggalian gagasan dan usulan dalam MUSRENA KEREN. Sebelumnya dijelaskan bahwa pembangunan tidak hanya berarti sarana/prasarana fisik semata, namun ada yang lebih mendasar yaitu bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Karena tanpa adanya keseimbangan, maka tujuan pembangunan itu sendiri tidak akan tercapai. Dijelaskan pula pentingnya peran serta perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya dalam penyusunan perencanaan pembangunan di tingkat Desa, sehingga muncul istilah MUSRENA KEREN.

Dalam musyawarah tersebut diperoleh berbagai usulan yang menggambarkan kebutuhan dari masing masing kelompok. Sekaligus penunjukan perwakilan delegasi untuk menyampaikan Usulan ke Tingkat Kecamatan yaitu Ibu Kartini. Pringapus.web

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi PRINGAPUS

tampilkan dalam peta lebih besar